Selasa, 12 Agustus 2014

What a colourful life of me

8 bulan sudah kami kembali berdomisili di surabaya, dalam rentang waktu itu begitu banyak hal baru yang saya temui. Mulai dari pengalaman mengurus dokumen kependudukan yang ternyata sangat rumit sekali karena kesalahan pendataan, mengurus kepindahan anak sekolah hingga mengalami rasa yang becampur aduk karena saya harus meng'adjust' pikiran, hati dan fisik saya untuk kehidupan baru saya disini. 

9 tahun hidup di Madiun ternyata cukup berpengaruh dalam berpikir dan bertindak. Yang biasanya tidak pernah bertemu kemacetan, tiba-tiba harus sabar menghadapi macetnya Surabaya, yang biasanya masih bisa berbagi tanggung jawab dengan suami, sekarang harus  benar-benar mandiri dan berpikir cepat, efektif, efisien. Krena semua harus saya kerjakan sndiri. Jadwal yang padat antara menjadi 'manager' anak semata wayang saya dan mengurus rumah tangga cukup membuat hari-hari saya sangat berwarna. 

Dan yang lebih terasa buat saya yang hobby berolah raga adalah mencari gym untuk fitness dan senam aerobik yang bagus dan murah hahahaha. Dibandingkan dengan kota Madiun yang relatif masih sangat murah untuk mendapatkan jenis olah raga tersebut, tentu membuat saya cukup selektif memilih tempat olah raga agar terakomodir hobby saya. Ada yang bagus dengan kualitas personal trainer yang cukup bagus, namun sebanding dengan harganya yang selangit. Ada yang biasa dengan harga biasa namun tidak menyediakan personal trainer hahahahaha. Alhamdulillah saya menemukan gym dengan harga ekonomis dan pelatih senam disana cukup bagus, karena hampir tiap hari ada jadwal senam dengan dua pilihan. Low impact dan high impact. Satu tekad saya nggak akan saya sia-siakan gym itu hahahaha. Dengan mengambil waktu setelah mengantar sekolah, saya mulai aktifitas olah raga dengan senam aerobic dan sesekali fitness. Akhirnya sedikit demi sedikit jadwal semakin padat. Kadang saya lupa seperti masih kerja saja. Karena waktu saya banyak juga saya habiskan dijalan. Dan jadilah saya warga jalan raya surabaya hehehehe.

Hal lain yang cukup berkesan buat saya adalah lebih banyak waktu untuk bertemu dengan temen-teman kecil saya, persahabatan yang terjalin sekian lama akhirnya semakin lengkap dengan kemudahan untuk bertemu satu sama lain. Banyak cerita baru dan lucu tentang temen-teman kecil saya. Dan ada beberapa hal juga yang membuat saya semakin 'alert' bahwa seiring berjalannya waktu, kehidupan seseorang yang kita sebut teman pun dapat berubah. Karena proses hidup yang dijalani dan lingkungan yang kurang mendukung menjadikan beberapa teman kecil saya tega untuk membohongi dan menyakiti teman teman lainnya dengan berbagai modus yang berbeda. Kalo saja kehidupan mereka tidak susah, tentu jauh dari lubuk hati mereka nggak akan pernah tega melakukan hal tersebut. Saya yakin itu. Dengan beberapa kejadian yang saya alami dan saya dengar tentang hal itu tidak membuat saya kapok kok untuk tetap menjalin persahabatan dan menjadi curiga, cukup aware dan tetap positif thinking aja dengan semuanya. Toh banyak hal positif juga yang bisa saya ambil dari pertemanan saya.

Menjadi seorang 'Febri Shintyawatie' saat ini ternyata tidak terlalu buruk. Memang secara status saya tidak lagi bekerja, namun dengan waktu saya yang cukup fleksibel sangat memungkinkan buat saya mengerjakan bisnis kecil-kecilan saya, yang awalnya adalah hobby saya. Dengan kegemaran akan fashion, saya coba berjualan produk fashion dengan mempergunakan jaringan teman disekitar dan dijual secara on line. Selain itu juga kegemaran saya memasak akhirnya menghantarkan saya jadi penjual frozen food buatan sendiri. Meski pasar belum besar karena keterbatasan waktu namun lumayan buat mengisi kesibukan dan nambah uang jajan hehehe. Saya juga mulai kembali masuk dunia bisnis yang pernah saya tekuni dahulu, seorang supplier. Ya...kecil-kecilan dulu deh lumayan untuk memulainya. Menjadi vendor di beberpa perusahaan untuk supply berbagai kebutuhan barang dan jasa. Untuk yang terakhir ini saya dibantu oleh sahabat saya. Dengan optimis dan dipenuhi rasa syukur saya menjalani semuanya.



Anak dan keluarga adalah pertimbangan utama buat saya saat ini untuk belum memutuskan bekerja kembali. Ini seperti menebus kesalahan saya saat masih bekerja sebagai jurnalis dulu yang nyaris tidak ada waktu untuk mereka. Kebahagiaan terbesar dirasakan oleh Rachel anak semata wayang saya. Dengan usia yang semakin bertambah baik saya dan Rachel tentu waktu akan semakin berharga buat kami. Waktu untuk bekerja telah saya lalui, dan nanti bila memungkinkan untuk bekerja saya bisa memulai lagi. Tapi masa kecil rachel hanya sekali dan tidak berulang. Saya hanya ingin menanamkan ingatan indah akan masa kecil dia. Ingatan tentang keceriaan, kebahagiaan dan belajar banyak hal dari ibunya dengan rasa riang. I know it won't be easy for me..but it will be worth it..Insya Allah.




Dengan semua pengalaman baru ini, ada bebeapa pelajaran yang dapat saya petik: bahwa tetaplah menjadi hamba Allah yang sabar dan rendah hati, berpikir positif dan bersyukur akan membuat mudah untuk menjalani semuanya. Akan selalu ada teman yang menyenangkan dan tulus walaupun ada teman dan sahabat yang bertindak sebaliknya. Harga sebuah persahabatan sangat mahal. Tetap bahagia menjadi diri sendiri....tetap bahagia menjadi mama rock n roll \m/


Senin, 16 Desember 2013

Sepenggal kisah cerita indah di kota Madiun


Tak terasa 8 tahun sudah saya tinggal di kota Madiun, sejak awal tahun 2006 lalu saat saya pindah ke kota Madiun karena suami yang bertugas di kota ini. Banyak sudah kenangan indah yang saya rasakan selama saya tinggal di kota Madiun. Tidak hanya saya, namun suami dan putri semata wayang saya juga sudah sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat kota Madiun. Dan sekarang ketika suami harus berpindah tugas dan meninggalkan kota Madiun, ada rasa haru dalam hati saya bila mengingat bagaimana saya harus meninggalkan teman, sahabat dan pekerjaan yang sekian tahun menemani hari-hari saya di kota Pecel ini.





Mendadak kenangan saya kembali ke tahun 2006 ketika awal saya menginjakkan kaki di kota Madiun. Tanpa sanak keluarga saya harus memulai semuanya. Berawal dari teman sekolah putri saya, akhirnya saya menemukan banyak teman baru yang merupakan ibu dari temen sekolah putri saya, selain itu warga di sekitar lingkungan juga banyak membantu saya dalam menjalani hari-hari saya di kota Madiun. Hingga tak terasasekian tahun berllu dengan kenyamanan dan rasa kerasan tinggal dikota Madiun. Dengan pekerjaan sebagai seorang jurnalis saya pun banyak mengenal dan dikenal orang di kota dan kabupaten madiun. Dan saat mengetahui bahwa saya harus meninggalkan kota Madiun, bercampur rasa dalam hati yang saya rasakan. Bahagia dan gembira karena saya akan kembali ke kota asal saya di Surabaya yang berarti saya kembali berkumpul dengan keluarga saya. Namun juga sedih karena saya harus berpisah dengan teman, sahabat dan tetangga yang selama 8 tahun ini telah menjadi bagian dari hidup saya. 






Nampaknya tidak hanya saya yang merasakan rasa sentimentil jelang kepindahan saya dari kota Madiun. Putri saya pun juga merasakan hal yang sama. Karena awal pindah di kota Madiun berusia belum genap 3 tahun hingga kini menjelang 11 tahun, tentu banyak teman yang akan dia tinggalkan. Teman sekolah dan teman bermain di lingkungan akan ia tinggalkan. Hingga timbul keraguan, apakah nanti di Surabaya juga akan menemukan teman sebaik mereka. Namun kembali saya berikan pengertian bahwa dimanapun kita berada akan ada teman baik dan teman yang nakal, tinggal bagaimana kita menempatkan diri diantara mereka. Beruntung nanti ketika di Surabaya akan ada banyak saudara yang dapat meramaikan hari-hari bermainnya.

Begitulah kehidupan , yang terus berputar dan mengalirkan cerita. Teman datang dan pergi. Kiindah dan sedih. Dan segala dinamika hidup yang harus kita hadapi dengan rasa syukur. Terimakasih madiun dengan segala cerita hidup yang saya lalui, terimakasih Ya Allah saya diberi kesempatan mengenal teman-teman yang membahagiakan dari kota ini...Kenangan akan kota kecil yang tenang, tentang kelezatan Pecel, tentang kesederhanaan warganya akan selalu teringat.







Satu tahap kehidupan telah terlewati dan saya akan bersiap untuk memasuki satu tahap lainnya di kota Surabaya tercinta. Tahapan hidup yang lebih Rock n Roll bersama dengan keluarga dan teman lama...Bismillahirrohmanirrokhim....Surabayaaaaa saya dataaaang....



Elegi persabatan


Persahabatan adalah suatu hal berharga dalam hidup seseorang. Dalam persahabatan kepercayaan, keterbukaan dan rasa saling menghargai adalah hal yang mutlak dibutuhkan, dan selama ini banyak hal yang sudah saya rasakan dalam manis pahit persahabatan dalam hidup saya. Pernah merasa sangat bahagia karena mempunyai sahabat yang selalu mendukung saya dalam suka dan duka, namun pernah juga merasa sangat kecewa karena seseorang yang kita panggil sahabat ternyata tidak memberi arti yang sama dengan definisi sahabat ala saya, setelah sekian tahun bersama eh endingnya malah seseorang yang kita sebut sahabat malah menusuk dari belakang. Kecewa, sedih dan marah yang saya rasakan awalnya. Namun kembali saya membesarkan hati saya bahwa, beruntung Allah menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya sehingga saya tidak harus bergaul lebih lama lagi dengan sahabat abal-abal tersebut hehehehehe. Dan masih banyak kok sahabat lain yang benar-benar care dan mendukung saya dalam suka dan duka.



Tentu yang saya rasakan ini juga pernah dialami oleh orang lain. Yang mengherankan bagi saya adalah ternyata kebaikan dan ketulusan kita terhdap seseorang itu tidak selalu berbalas sama. Dan sejauh mana keikhlasan kita untuk menghadapinya bila hal tersebut terjadi. Namun Allah Maha Mengetahui , segala hal yang kita hadapi dalam konteks persahabatan baik cerita indah dan pilu tentu akan memberikan pelajaran hidup berharga bagi saya. Namun segala hal buruk yang pernah saya alami dalam menjalin persahabatan tidak akan pernah mengurangi takaran ketulusan terhadap sabahat saya.






Saya sangat menyakini bahwa ketulusan dan kesabaran tidak akan pernah sia-sia. Mungkin tidak saat ini saya petik hasilnya ketika seorang sahabat ternyata mengkhianati saya. Namun suatu saat saya akan memetik hasil dari ketulusan dan kesabaran itu. Insya Allah saya akan berusaha tetap tersenyum biarpun pahit mengingat pengkhianatan seorang sahabat. Saya akan selalu bersyukur bahwa persahabatan merupakan hal terindah yang bisa kita miliki dalam hidup. Karena dengan persahabatan Allah menunjukkan bahwa kita tidak sendiri menghadapi berbagai persoalan hidup...
Terimakasih sahabat-sahabatku bahwa kalian telah menjadi salah satu bagian terindah dalam hidup saya...


BEBEK KREMES BANG MAY MADIUN

Madiun memang terkenal dengan kuliner pecel. Kita dapat menemui nasi pecel di kota Madiun mulai harga 3000 rupiah hingga belasan ribu rupiah...dan dijamin rasanya mayoritas juara...namun kali ini saya tidak mengulas soal pecel melainkan kuliner lain dari kota Madiun yang selalu ramai dikunjungi pembeli. Bekres Madiun bang May...begitulah masyarakat mengenal kuliner ini.

Bekres merupakan kepanjangan dari bebek kremes, dimana bebek ini dioalah dengan cara diukep dengan bumbu dan rempah untuk masakan ukep lainnya yang akan digoreng. Namun yang istimewa adalah daging yang diolah sangatlah empuk. Terdapat beberapa jenis daging yang diolah dengan cara diukep, yaitu daging ayam, bebek, burung dara, bahkan jerohan dan tahu tempe pun juga dimasak dengan cara yang sama. Selain itu juga ada beberapa menu yang digoreng yaitu lele. Yang istimewa dari kuliner bekres ini kita dapat memilih nasi biasa atau nasi uduk untuk dinikmati bersama lauknya.

Yang membuat saya heran adalah daging yang diolah dengan cara diukep ini sangat empuk dan beraroma harum rempah. Jadi tak usah kuatir buat anda yang mempunyai problem dengan gigi anda, misalnya sedang memakai behel seperti saya, tetap akan bisa menikmati kuliner ini dengan nyaman dan lezat hehehehehe

Kuliner bekres ini mulai dirintis oleh Bang May sejak 5 tahun lalu, berawal dari satu warung bebek kremes dijalan Diponegoro madiun, hingga kini telah membuka cabang di sekitar pasar Kojo Madiun. Awalnya Bang May tidak hanya menjual bebek kremes saja, namun beberapa menu lainnya diantaranya soto, aneka penyetan dan pecel. Namun kini Bang May hanya menjual aneka lauk yang disajikan dengan kremesan.

Layaknya makanan penyetan, selain lauknya yang menjadi perhatian peminat kuliner adalah sambelnya. Dan sambel bekres milik bang may ini memang lumayan enak, meski tidak terlalu pedas.

Nah buat anda yang mungkin sedang berkunjung ke kota Madiun tidak ada salahnya untuk mencoba dan merasakan kerenyahan rasa bekres ala bang May..

Senin, 18 November 2013

Potret Madiun Kota Pendekar


Beginilah suasana di salah satu ruas jalan kota madiun yang di padati ribuan pesilat Setia Hati Winongo. Setia Hati Winongo merupakan salah satu perguruan pencakmsilat yang ada di kota madiun. Selain Setia Hati Winongo juga terdapat Setia Hati Terate. Kedua perguruan silat ini sejatinya adalah berasal dari guru yang sama. Namun kenyataan dilapangan keduanya selalu bersiteru. Ada 2 kegiatan yang sangat berpotensi untuk terjadi keributan antar pesilat. Yaitu pada tanggal 1 suro atau 1 Muharam dan acara suran Agung. Karena kedua acara tersebut akan melibatkan ribuan pesilat yang akan mengikutinya. Bisa dipastikan disetiap sudut jalan dikota dan kabupaten Madiun akan dipenuhi oleh petugas keamanan Gabungan dari kepolisian dan TNI. Mereka yang datang tidak hanya berasal dari kota dan kabupaten madiun saja. Namun juga dari beberapa kota di eks karesidenan Madiun, seperti Ngawi, Ponorogo, Magetan, bahkan Pacitan. 



Jelang kegiatan Suran Agung Polres Madiun Kota juga mengadakan simulasi untuk atasi kejadian keributan antar pesilat. Meski penjagaan oleh pihak kepolisian telah diperketat namun di beberapa titik masih terjadi keributan antara konvoi pesilat dengan masyarakat. Bahkan untuk menghindari keributan antar perguruan silat, pihak kepolisian menghadang para pesilat yang datang dari kota Ponorogo menuju kota Madiun. Karena di sepanjang jalan tersebut terdapat beberapa desa yang merupakan kantong pesilat Setia Hati Terate yang palingbsering bersiteru dengan SH Winongo.



Kegiatan Suran Agung tersebut, akan dipusatkan di padepokan Setia Hati Winongo, yang berada di Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Seperyti tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini diperkirakan diikuti oleh lebih dari 15.000 massa. 

Senin, 11 November 2013

Aset sejarah yang terlupakan


Sejak akhir tahun 2007 saya hijrah dari Surabaya ke Madiun untuk mengikuti suami yang bertugas disana. Kota ini sangat berkesan buat saya. Karena selain selain makanan khasnya yaitu pecel yang sangat lezat bisa saya beli dengan murah dan harga yang cukup terjangkau, dan dijamin rasanya tidak pernah membuat lidah saya kecewa. Selain itu kota ini cukup tenang, tak heran beberapa orang menyebutnya bahwa Madiun adalah kota pensiunan. Banyak orang madiun yang hijrah ke kota lain, namun ketika mereka telah pensiun akan kembali dan menetap di Madiun. Sisi lain yang menarik perhatian saya adalah masih cukup banyak bangunan kuno peninggalan masa kolonial di kota Madiun ini. Sebut saja Gedung Bakorwil kota Madiun, Bosbow, serta beberapa kediaman pribadi kas bangunan kolonial.

Gambar gedung Bakorwil kota Madiun


Kebetulan tempat tinggal saya dekat sekali dengan Bosbow, dan bangunan itu yang cukup eye catching ketika pertama kali saya berjalan-jalan di kota Madiun. Bangunan khas peninggalan kolonial tersebut memang menjadi salah satu komplek bangunan terbesar di sepanjang jalan Diponegoro. Ketika awal kedatangan saya ke madiun tempat itu terlihat cukup angker bila malam hari karena gelap dan sepi. Dan bila pagi hingga siang hari terlihat sabgat teduh karena beberapa bagian dari komplek bosbow memang ditumbuhi pepohonan besar dan rindang. Namun seiring berjalannya waktu, saat ini jalan Diponegoro menjadi salah satu tempat tujuan kuliner di Madiun. Dimana telah banyak bangunan kios makanan di depan komplek bangunan bosbow.

Pada era penjajahan, Bosbow merupakan sekolah kehutanan Madiun, cabang dari Sekolah Kehutanan Bogor. Pendirinya adalah JH Becking, seorang pimpinan Jawatan Kehutanan pada 26 Agustus 1939. Sekolah yang resminya bernama Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) itu didirikan karena Madiun dkenal sebagai sentra hutan produksi jati di Jawa Timur.

Sekolah ini berskala nasional sehingga tidak hanya merekrut anak-anak dari kawasan Gemeente Madiun akan tetapi juga dari seluruh Jawa. Murid-murid pertama yang masuk sekolah ini adalah remaja-remaja dari Middelbare Landbouwschool Bogor, Jurusan Kehutanan sekolah perkebunan Malang dan Sukabumi. Hanya anak yang berpendidikan MULO yang dapat mendaftar di sekolah ini. 

Beberapa sudut bangunan masih sangat terjaga keasliannya. Tampak lantai bangunan tersebut khas lantai jaman penjajahan belanda. Selain itu bangunan dengan gaya kolonial ini pada bagian atap dan kayu-kayunya masih asli seperti halnya ketika awal berdiri





Kini bangunan itu dijadikan perumahan prajurit Komando Resort Militer (Korem) 081 Dhirotsaha Jaya. Namun sayangnya, kondisinya juga sangat memprihatinkan. Tugu di atas rumah sudah miring dan hampir ambruk. 



Beberapa bagian bangunan tampak kondisi cat dan atap rumah dibiarkan tidak terawat. Padahal seandainya pemerintah daerah setempat mau lebih memperhatikan dan melestarikan kondisi bangunan cagar budaya tersebut, tentu bangunan Bosbow bisa dijadikan sebagai tempat tujuan wisatawan yang menarik. Bahkan, bukan tidak mungkin bangunan Bosbow bisa menjadi ikon bangunan bersejarah di Madiun.

Kelak ketika saya nanti akan meninggalkan kota Madiun, tentu sosok bangunan ini akan saya rindukan. Ntah kenapa saya sangat suka sekalindengan bangunan belanda, sehingga saya punya impian dapat tinggal di rumah bangunan Belanda dengan segala keasliannya. Tentunya tidak berhadiah demit atau hantu didalamnya hehehehehe

Minggu, 10 November 2013

Banyak jasa minim perhatian dan penghargaan






Hari ini 10 November, seluruh indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan setiap tahunnya. Akan banyak jenis pahlawan dalam kehidupan kita....dan semua bermakna sama, adalah seseorang yang mempunyai jasa terhadap kehidupan kita sehingga kita bisa menjalani sesuatu dengan lebih baik. Namun yang akan kita bicarakan adalah Pahlawan bangsa ini yang telah banyak berjasa terhadap kemerdekaan yang telah kita raih saat ini....

Pada jaman sebelum kita menghirup udara kemerdekaan, telah banyak pahlawan yang telah gugur untuk melawan penjajah, demi satu kata " merdeka ". Sampai pada tanggal 17 Agustus 1945... Melalui Soekarno Hatta...corong kemerdekaan disuarakan. Namun sudah cukup layakkah imbalan yang diterima para veteran pejuang kemerdekaan republik Indonesia ini?

Beberapa kali masih saya melihat melalui melalui berita di media cetak dan televisi tentang nasib dari para veteran yang kini kondisinya sangat memprihatinkan. Ada yang menjadi tukang sayur, ada yang menjadi tukang becak bahkan tukang tambal ban, meskipun ada beberapa dari mereka yang hidup dengan baik dan layak. Namun kebanyakan potret hidup para veteran ini nyaris tidak lah indah.....kedua kakek saya almarhum yang juga veteran, masih jauh beruntung karena anak, cucu nya masih perduli dan sangat menyayangi beliau. Dan setiap pulang dari upacara Hari Pahlawan di gedung Grahadi Surabaya bersama Gubernur dan pejabat lainnya, sesampai dirumah selalu dengan nada sendu bercerita tentang kehidupan rekan veteran lainnya yang masih jauh dari sejahtera....atau menceritakan giliran teman veteran yang mana lagi yang dipanggil Allah SWT alias meninggal dunia..

Sementara disisi lain, generasi berikutnya yang tinggal menghirup udara kemerdeKaan ini tanpa berjuang melawan penjajah banyak diantaranya yang tidak mensyukuri atas semua karunia kemerdekaan yang diberikan Tuhan melalui perjuangan para pahlawan ini....masih cukup banyak sosok seorang pimpinan yang tidak amanah terhadap tanggung jawabnya...cukup jamak ditemui korupsi di berbagai hal dan tempat. mulai dari rakyat biasa hingga wakil rakyat. Uang sebesar 20 ribu rupiah mungkin hanya sekedar uang receh yang diperuntukkan untuk bayar parkir di dalam mall atau pusat perbelanjaan, tapi buat para veteran yang kini hanya menjalani hidup sebagai tukang becak, tukang sayur, bahkan tukang tambal ban, 20 ribu rupiah mungkin adalah biaya makan mereka selama 2 atau mungkin 3 hari. Koruptor yang merugikan negara dengan nilai yang fantastis kadang hanya mendapat ancaman hukuman yang tidak sepadan dengan kejahatan yang mereka lakukan. Bahkan kalau mereka beruntung, tak satu jerat hukum pun yang akan mereka terima. Sungguh suatu yang mengiris hati....Sementara para veteran ini banyak pula yang telah menyuarakan harapannya untuk mendapatkan tunjangan veteran dengan nilai yang lebih tinggi agar mereka dapat menyambung hidup, namun mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan selama bertahun-tahun....

Namun saya bersyukur, masih ada juga masyarakat yang berupaya menghargai kemerdekaan ini dengan prestasi dan memasyarakatkan nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Paling tidak dengan semua itu jerih payah mereka tidaklah sia-sia. Dan satu upaya positif pula yang dilakukan oleh pemerintah setelah dalam penantian yang cukup panjang, melalui undang-undang tentang veteran republik Indonesia pada tanggal 5 oktober 2012 dimana presiden SBY telah menandatangani undang-undang yang berisi beberapa point penting, yang intinya sebagai sarana untuk lebih mensejahterakan nasib para veteran republik indonesia.

SBY saat itu menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan tunjangan dan penghargaan kepada veteran RI, diantaranya untuk veteran pejuang kemerdekaan yang melakukan operasi kedaulatan bangsa negara pada tahun 1945 tahun 1949. Yang kedua bagi veteran pembela kemerdekaan, golongan ini adalah veteran trikora, veteran dwikora dan veteran seroja disamping itu ada pula yang mengemban tugas dibawah PBB, yang ketiga ialah, veteran anumerta yang gugur dalam masa perjuangan. Selain itu tunjangan kehormatan dan dana kehormatan ditambah hak untuk dimakamkan di taman makam pahlawan akan diberikan. Sangat bahagia rasanya saya mendengarnya, karena secara tidak langsung melalui cerita kakek saya , saya mengetahui bagaimana upaya mereka untuk bertahan hidup dari serangan penjajah...dan bertahan hidup pasca kemerdekaan agar mereka tetap bisa makan. Tentu dengan undang-undang itu akan jauh lebih memanusiakan dan menghargai jasa-jasa mereka. 

Setiap saya melihat para veteran yang kurang beruntung hidupnya ini di berbagai kesempatan, hanya mampu mengucap doa tulus. Keuntungan dunia mungkin tidak mereka dapatkan, namun semoga Allah akan membalasnya dengan imbalan yang jauh lebih berharga...yaitu surga Allah. Amien ya Rabb.

Selamat Hari Pahlawan.....Terimakasih berkat engkau kami mampu menghirup udara kemerdekaan. Semoga kami amanah menjaga nikmat kemerdekaan ini..



NB : poto dari berbagai sumber.